Berita Terkini :

BLOG INI MASIH DALAM TAHAP RANCANGAN

Diberdayakan oleh Blogger.

Alutsista Armada kawasan barat

KRI Martadinata 342 – eks USS Charles Berry Kawin silang di lini alutsista tentu bukan sesuatu yang tabu, sepanjang menghasilkan kinerja yang maksimal, ditambah tidak menuai komplein dari negara pembuatnya, hal itu bisa dilakukan secara efektif, bahkan mampu menambah daya gempur ketimbang versi aslinya. Implementasi kawin silang bisa dituangkan dalam banyak hal, semisal dalam program retrofit, menggabungkan antara cita rasa teknologi barat dan timur. Contoh yang paling mudah ‘dicerna’ yakni pemasangan meriam Cockerill 90mm pada tank Amfibi Korps Marinir TNI AL, PT-76. ....... Baca berita selengkapnya
1 2 3 4 5 6

Satuan kapal korvet

KRI Martadinata 342 – eks USS Charles Berry Kawin silang di lini alutsista tentu bukan sesuatu yang tabu, sepanjang menghasilkan kinerja yang maksimal, ditambah tidak menuai komplein dari negara pembuatnya, hal itu bisa dilakukan secara efektif, bahkan mampu menambah daya gempur ketimbang versi aslinya. Implementasi kawin silang bisa dituangkan dalam banyak hal, semisal dalam program retrofit, menggabungkan antara cita rasa teknologi barat dan timur. Contoh yang paling mudah ‘dicerna’ yakni pemasangan meriam Cockerill 90mm pada tank Amfibi Korps Marinir TNI AL, PT-76. ....... Baca berita selengkapnya
1 2 3 4 5 6

Satuan kapal kawal

Jumat, 01 Februari 2013

KRI SUTANTO MILIKI KOMANDAN BARU


Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sutanto-377 sebagai salah satu unsur KRI di bawah jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) memiliki komandan yang baru. Jabatan Komandan KRI yang sahari-harinya dibawah binaan Satuan Kapal Eskorta Koarmabar (Satkorarmabar) tersebut diserahkan dari Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Kolonel Laut (P) Denih Hendrata kepada Mayor Laut (P) Amrin Rosihan, di Markas Komando Satkor Koarmabar Pondok Dayung, Jakarta Utara, Jumat (1/2). Dansatkorarmabar pada kesempatan tersebut mengatakan tugas Armada RI dimasa mendatang cukup berat dan memerlukan perhatian khusus, untuk itu setiap Komandan KRI memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membina kesiapsiagaan dan kemampuan alut sista yang diawakinya, sehingga setiap saat mampu hadir di laut untuk menegakkan dan mempertahankan kedaulatan serta mengamankan keutuhan perairan nusantara. Lebih lanjut Dansatkoarmabar mengatakan, hal tersebut memberikan konotasi bahwa untuk setiap operasi harus didukung dengan kondisi teknis yang handal serta diawaki oleh personel profesional yang memiliki kejuangan tinggi. Untuk itu harus dipersiapkan secara cermat dengan melalui pembinaan secara utuh menyeluruh, karena tolak ukur keberhasilan seorang komandan bukan ditinjau dari aspek operasional saja namun dari hasil pembinaan yang dilaksanakan. Upacara penyerahan jabatan komandan KRI Sutanto-377 yang dilaksankan tersebut dihadairi Komandan Satuan yang berada di Pondok Dayung dan Komandan KRI di bawah Satkoararmabar, serta diikuti seluruh prajurit KRI Sutanto-377.Dispenarmabar

Selasa, 29 Januari 2013

PANGARMABAR TINJAU POS PENGAMAT ANGKATAN LAUT DI PULAU TOLOP KEPULAUAN RIAU


 
     Jakarta, 30 januari 2013, -- Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat  (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Arief Rudianto  melaksanakan  kunjungan kerja dalam rangka meninjau secara langsung prajurit TNI Angkatan Laut yang ditugaskan di  Pos Pengamatan Angkatan Laut  dibawah Pangkalan Angkatan Laut Batam di Pulau Tolop.

     Pangarmabar Laksda TNI  Arief Rudianto  dalam  meninjau pos terdepan tersebut menggunakan unsur patroli Combat Boat Pangkalan Angkatan Laut Batam . Dalam perjalanan menuju Pulau Tolop salah satu pulau di Propinsi kepulauan Riau tersebut, Pangarmabar  beserta rombongan   secara langsung melihat kegiatan pelayaran para pengguna laut termasuk pelayaran kapal-kapal niaga dan sumber daya alam di perairan perbatasan Indonesia-Singapura.

     Selama berada di Pos Pengamat Angkatan Laut Tolop,  Pangarmabar Laksda TNI  Arief Rudianto   didampingi Komandan Pos Pengamat Pulau Tolop mengadakan peninjauan fasilitas dan peralatan operasional yang dimiliki, fasilitas dermaga serta peralatan komunikasi yang digunakan serta kegiatan operasional prajurit yang bertugas di pos pengamat dalam rangka mendukung tugas pokok Komando Armada RI Kawasan Barat.

     Kegiatan peninjauan ke pos  pengamat terdepan  jajaran  Pangkalan Angkatan laut (Lanal) Batam tersebut, Pangarmabar  Laksda TNI  Arief Rudianto  didampingi Komandan Lantamal IV  Tanjung Pinang Laksamana Pertama (Laksma) TNI Agus Heryana, Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmabar Laksma TNI Arusukmono Indra Sucahyo, Aslog Pangarmabar  Kolonel Laut (T) Dani Achdani, S.Sos, S.E., M.AP.,  serta   Aspers Pangarmabar Kolonel Laut (P) Sugeng Ing Kaweruh Dan Komandan  Lanal Batam Kolonel laut (P) Nur Singgih.

PANGARMABAR PIMPIN UJI KOMPETENSI CALON KOMANDAN KRI


 
     Jakarta, 29 Januari 2013, -- Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Arief Rudianto diwakili Kepala Staf Koarmabar (Kasarmabar) Laksamana Pertama (Laksma) TNI M. Atok Urrahman pimpin pelaksanaan  Uji Kompetensi kepada para perwira yang akan diberikan kepercayaan TNI AL untuk menjabat Komandan Unsur KRI jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat di Gedung Nanggala Mako Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No. 67 Jakarta Pusat, Selasa (29/1).

     Uji Kompetensi tersebut dilaksanakan secara tertulis dan wawancara secara lisan kepada perwira Koprs Pelaut  sejumlah lima Perwira Menengah dengan pangkat Mayor Laut   dan lima Perwira Pertama dengan pangkat Kapten Laut yang direncanakan untuk diberikan kepercayaan menjabat Komandan Unsur KRI jenis Parchim dan jenis kapal Patroli Cepat  (PC)
jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat .
           
     Dalam kegiatan uji kompetensi tersebut Pangarmabar diwakili Kasarmabar dengan sejumlah  Kasatker dan para Komandan Satuan secara langsung melaksanakan uji kompetensi  dalam rangka menentukan dan mengusulkanan  kepada komando atas untuk  penempatan jabatan perwira  yang akan menduduki jabatan Komandan KRI   jajaran Komando Armada RI kawasan Barat.
           
     Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Logistik (Aslog) Pangarmabar Kolonel Laut (T) Dani Achdani, S.Sos, S.E., M.AP., Asisten Operasi (Asops) Pangarmabar Kolonel Laut (P) Agung Prasetiawan dan Asisten Intelijen (Asintel) Pangarmabar Kolonel Laut (E)  Hendrawan Bayu Prawito .

posted @ Tuesday, January 29, 2013 3:51 AM by Dispenarmabar

LANTAMAL I BELAWAN DIKUNJUNGI DUA KAPAL PERANG SINGAPURA

 
     Jakarta, 29 Januari 2013, -- Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan menerima kunjungan dua kapal perang Singapura  RSS Justice-85 yang di Komandani Major Daniel koh dan RSS Bedok M 105 dengan Komandan Major H.S Loh  di Dermaga Markas Komando (Mako) Lantamal I Belawan, Senin (28/1).

     Kedatangan kapal perang Singapura tersebut disambut Komandan Lantamal  (Danlantamal) I Belawan Laksamana Pertama (Laksma) TNI Didik Wahyudi, S.E., yang diwakili Asisten Operasi (Asops) Danlantamal I Belawan Kolonel Laut (P) Rahmad, Asisten Intelijen (Asintel) Danlantamal I Belawan Kolonel Laut (E) Agus Suharyoto, S.T., M.A.P., dan Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) Lantamal I Belawan Letkol Laut (KH) Leonard Marpaung, S.H.

     Acara dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata oleh Asops Danlantamal I Belawan dengan Lieutenant colonel lim hee peng dari Angkatan Laut Singapura bertempat di ruang VIP Mako Lantamal I Belawan.

     Selama berada di Belawan, anggota kedua kapal perang Singapura tersebut akan melaksanakan olah raga bersama prajurit Lantamal I Belawan dengan mengadakan pertandingan diantaranya Bola Volly dan Buli Tangkis.


posted @ Monday, January 28, 2013 10:56 PM by Dispenarmabar

Rabu, 23 Januari 2013

Armabar TNI AL Fokus Jaga Laut China Selatan

Jakarta | Penjagaan di Laut China Selatan dan Laut Natuna masih menjadi fokus penjagaan Komando Armada RI Kawasan Barat (Armabar). Khusus penjagaan Laut Natuna, TNI AL memiliki pangkalan terdepan yang dijaga Landasan TNI AL Ranai. Karena sangat dekat maka kekuatan Armabar diintensifkan di sana. "Posisi yang paling rawan eskalasinya di wilayah barat adalah Laut China Selatan. Jadi, Armabar masih fokus di sana," kata Kepala Staf TNI AL (Kasal), Laksamana Madya Marsetio, seusai serah-terima jabatan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) dari Laksamana Muda TNI Sadiman ke Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, di Markas Komando Armabar, Jakarta, Selasa (22/1). Dia berharap Panglima Armabar baru mampu menekan eskalasi ancaman yang ada di wilayah barat. "Pelanggaran hukum di wilayah laut, terutama di wilayah perbatasan, sangat rawan terjadi sehingga peran Koarmabar sangat penting menjaga keamanan laut," ujar dia. Di wilayah barat, Indonesia memiliki banyak perbatasan dengan negara lain, seperti India, Th ailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Koarmabar merupakan komando utama pembinaan dalam menyiapkan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT). Panglima Armabar bertanggung jawab kepada Kasal dan sebagai komando utama operasional dalam penggunaan kekuatan, Pangarmabar juga bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Operasi Laut Tugas pokok Koarmabar adalah menyelenggarakan operasi intelijen maritim guna mendukung pelaksanaan operasi laut, menyelenggarakan operasi tempur laut dalam rangka operasi militer perang, baik operasi gabungan maupun mandiri, serta menyelenggarakan operasi militer selain perang baik berupa operasi laut sehari-hari maupun operasi keamanan laut di wilayah Koarmabar sesuai dengan kebijakan Panglima TNI. Pada tingkat komando pelaksana operasi, Komando Armabar membawahkan dua komando pelaksana operasi yang memiliki tugas pengendalian laut, yurisdiksi nasional kawasan barat. Kedua komando pelaksana oprasi tersebut adalah Gugus Tempur Laut Komando Armabar dan Gugus Keamanan Laut Komando Armabar. Kawasan yang menjadi tanggung jawab Komando Armabar meliputi 2 juta kilometer persegi wilayah pantai dan 1,3 juta kilometer persegi perairan yurisdiksi nasional. Salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia dari Selat Malaka sampai Laut China Selatan juga merupakan wilayah tanggung jawab Armabar. Laksda TNI Arief Rudianto Pangarmabar Laksamana Muda TNI Arief Rudianto resmi menjabat Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), menggantikan Laksamana Muda TNI Sadiman, yang akan menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli Kasal di Mabes TNI Angkatan Laut. Serah terima jabatan itu dilakukan dalam sebuah upacara militer dengan Inspektur Upacara Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Madya TNI Marsetio, di Koarmabar, Jakarta, Selasa (22/1). Laksamana TNI Arief Rudianto, yang merupakan alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Ke-26 Tahun 1981, sebelumnya menjabat sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), sementara Laksda TNI Sadiman juga merupakan lulusan AAL tahun 1981. Kasal Laksamana Madya TNI Marsetio, sebagaimana dilaporkan Antara, mengatakan, sertijab di lingkungan Angkatan Laut merupakan hal yang biasa, namun pada prinsipnya perlu ada pembinaan dan pengembangan organisasi. Namun, diharapkan sertijab seperti ini bukan seremonial belaka, tapi harus dilihat sebagai suatu kehormatan serta amanah untuk meraih prestasi dalam jabatannya yang baru. Ia menyebutkan, pelanggaran hukum di wilayah laut terutama di wilayah perbatasan sangat rawan terjadi, sehingga peran Koarmabar sangat penting menjaga keamanan laut. Menurut Kasal, posisi paling strategis di wilayah barat pada saat ini adalah Laut China Selatan, dimana sewaktu-waktu eskalasi bisa meningkat. Oleh karena itu, pangkalan terdepan TNI AL, Lanal Ranai dan armabar disiagakan di wilayah tersebut. "Kita punya banyak perbatasan dengan negara lain, ada India, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam," katanya. Koarmabar merupakan Komando Utama pembinaan dan operasional, dimana sebagai komando utama pembinaan dalam menyiapkan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), Pangarmabar bertanggungjawab kepada KASAL dan sebagai komando utama operasional dalam penggunaan kekuatan, Pangarmabar juga bertanggungjawab kepada Panglima TNI. Tugas pokok Koarmabar adalah menyelenggarakan operasi intelijen maritim guna mendukung pelaksanaan operasi laut, menyelenggarakan operasi tempur laut dalam rangka Operasi Militer Perang (OPM), baik operasi gabungan maupun mandiri serta menyelenggarakan Operasi Militer Selain Perang (OMPS) baik berupa operasi laut sehari-hari maupun operasi keamanan laut di wilayah Koarmabar sesuai dengan kebijakan Panglima TNI. Pada tingkat komando pelaksana operasi, Komando Armabar membawahkan dua komando pelaksana operasi yang memiliki tugas pengendalian laut yurisdiksi nasional kawasan barat, yaitu Gugus Tempur Laut Komando Armabar (Guspurlabar) dan Gugus Keamanan Laut Komando Armabar (Guskamlabar). Kawasan yang menjadi tanggung jawab Komando Armabar meliputi 2 juta kilometer persegi wilayah pantai dan 1,3 juta kilometer persegi perairan yurisdiksi nasional. Salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia dari Selat Malaka sampai Laut Cina Selatan juga merupakan wilayah tanggung jawab Armabar. (TMA)

Minggu, 16 Desember 2012

Koarmabar Gelar Operasi Penegakan Kedaulatan Dan Hukum Di Perairan Kawasan Barat Indonesia


Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) di bawah pimpinan Panglima Koarmabar (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Sadiman, S.E., pada saat ini menggelar operasi dengan melibatkan sejumlah KRI dalam rangka menegakkan kedaulauan dan hukum di perairan kawasan barat yang menjadi wilayah kerja dan tanggung jawab Komando Armada RI Kawasan Barat. Operasi yang digelar sepanjang tahun 2012 tersebut meliputi operasi Alur Pari-12, Operasi Taring Pari-12, Operasi Arung Pari-12, Operasi MSSP-12, dan Operasi Rakata Jaya, dan Patroli Terkoordinasi dengan daerah operasi di perairan yuridiksi kawasan Barat Indonesia antara lain di perairan Selat Malaka sampai dengan Sabang, Pantai barat Sumatera di perairan Samudera Indonesia, perairan Natuna, perairan Riau, Selat Sunda, dan sampai dengan perairan Teluk Cirebon. Pada akhir Nopember sampai dengan awal Desember 2012 kali ini, Komando Armada RI Kawasan Barat mengerahkan sejumlah KRI kurang lebih 20 unsur berbagai jenis dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut di perairan yang menjadi tanggung jawab Komando Armada RI Kawasan Barat. Unsur-unsur yang dilibatkan dalam operasi tersebut diantaranya jenis Parchim, jenis angkut tipe Foch, Patroli Cepat Rudal (PKR), Fast Patrol Boat (FPB), dan jenis PC 40. Sedangkan untuk patroli keamanan laut terbatas saat ini melibatkan Kapal Angkatan laut (KAL) dan Patkamla yang berada di jajaran Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) dan jajaran Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) dalam kegiatan operasi di perairan pedalaman dan Selat-Selat di perairan yang menjadi tanggung jawab jajaran Pangkalan Angkatan Laut.(PUSPEN TNI)

Kasarmabar Pimpin Upacara Peringatan Hari Nusantara


Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (Kasarmabar) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Muhammad Atok Urrahman, memimpin upacara peringatan Hari Nusantara tahun 2012 di lapangan Arafuru Markas Komando (Mako) Koarmabar Jalan Gunung Sahari No. 67 Jakarta Pusat, Kamis (13/12). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh selaku ketua panitia penyelenggara peringatan Hari Nusantara Tingkat Nasional Tahun 2012 dalam amanatnya yang dibacakan Kasarmabar Laksma TNI M. Atok Urrahman mengatakan, sebagai Negara kepulauan (Archipelagic States), laut yang berada diantara ribuan pulau dinyatakan sebagai laut nusantara (Mare Nostrum) dan merupakan wilayah kedaulatan mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Deklarasi Joeanda, yang dicetuskan dan didelakrasikan oleh Ir. H. Joeanda pada tanggal 13 Desember 1957, yang akhirnya pada tahun 1982 masuk dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut Perserikatan Bangsa Bangsa melalui United Nation Convension On The law Of The Sea atau UNCLOS, menegaskan bahwa Republik Indonesia memiliki kedaulatan penuh terhadap perairan antar pulau. Hal ini memiliki arti yang sangat penting dimana deklarasi ini telah melahirkan konsep wawasan nusantara yang dapat mempersatukan seluruh wilayah tanah air dalam NKRI. Diakhir amanatnya, Mendikbud RI mengajak segenap komponen bangsa dalam rangka mengingatkan daya saing bangsa perlu meningkatkan SDM dan Iptek bidang perikanan, pariwisata bahari dan perhubungan laut sehingga dapat dijadikan sebagai pilar utama dalam pembangunan kelautan. Selain itu, perlu memperkuat wawasan nusantara sebagai bentuk penghargaan kepada para pendahulu yang telah berjuang sekuat tenaga demi mewujudkan Negara Republik Indonesia yang berdaulat. Rangkaian upacara peringatan Hari Nusantara dengan tema “Membangkitkan wawasan dan budaya bahari melalui peningkatan peran SDM dan Iptek” tersebut diisi dengan pembacaan Pembukaan Undang Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia tahun 1945, Naskah Deklarasi Joeanda dan Do’a. Hadir pada upacara tersebut, para Pejabat Teras Koarmabar dan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta dengan peserta upacara para Perwira, Bintara, Tamtama serta PNS Koarmabar dan Pondok Dayung.(PUSPEN TNI)

PANGKALAN TNI ANGKATAN LAUT

 
© Copyright Armada kawasan barat 2010 -2011 | Design by SAMO News Network | Published by SOBRIE Templates | Powered by Blogger.com.